{"id":3589,"date":"2026-07-07T12:03:32","date_gmt":"2026-07-07T04:03:32","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/?p=3589"},"modified":"2026-07-07T13:42:16","modified_gmt":"2026-07-07T05:42:16","slug":"akselerasi-peran-strategis-pustakawan-uin-alauddin-makassar-hadiri-peringatan-hari-pustakawan-dan-seminar-nasional-di-dinas-perpustakaan-kearsipan-sulsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/?p=3589","title":{"rendered":"Akselerasi Peran Strategis: Pustakawan UIN Alauddin Makassar Hadiri Peringatan Hari Pustakawan dan Seminar Nasional di Dinas Perpustakaan &#038; Kearsipan Sulsel"},"content":{"rendered":"<p><strong>MAKASSAR, 7 Juli 2026<\/strong> \u2013 Dalam rangka memperingati Hari Pustakawan Indonesia yang jatuh pada tanggal 7 Juli 2026, delegasi pustakawan dari Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar turut ambil bagian dalam serangkaian agenda khidmat dan strategis. Kegiatan yang dipusatkan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Sulawesi Selatan ini mengusung misi besar untuk merelevansikan kembali peran profesi pustakawan di tengah transformasi sosial masyarakat.<br \/>\nRangkaian peringatan diawali pada pagi hari dengan pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan, Jalan Sultan Alauddin, Makassar. Upacara ini dihadiri oleh ratusan pustakawan, arsiparis, penggiat literasi, serta pejabat struktural dari berbagai instansi, lembaga pendidikan, dan perguruan tinggi lintas sektor di Sulawesi Selatan. Kehadiran para pustakawan UIN Alauddin Makassar dalam upacara ini menegaskan komitmen korps dalam menjaga marwah profesi sekaligus memperkuat jejaring kemitraan kelembagaan.<br \/>\nSeminar Kepustakawanan: Menuju Perpustakaan Berdampak<br \/>\nUsai pelaksanaan upacara, agenda beralih ke sesi pemikiran akademik melalui Seminar Kepustakawanan yang digelar di Ballroom Andalan, Gedung Perpustakaan Multimedia DPK Provinsi Sulawesi Selatan. Seminar kali ini mengangkat tema yang sangat krusial dan kontekstual dengan dinamika zaman, yakni <strong>&#8220;Meneguhkan Peran Strategis Perpustakaan dalam Mewujudkan Perpustakaan Berdampak bagi Masyarakat.&#8221;<\/strong><br \/>\nTema ini sengaja diangkat untuk menggeser paradigma lama perpustakaan yang sekadar menjadi tempat penyimpanan buku, menuju perpustakaan yang berfungsi sebagai agen perubahan sosial dan penggerak kesejahteraan masyarakat berbasis literasi.<br \/>\nSeminar nasional ini menghadirkan tiga pakar dan praktisi terkemuka di bidang kepustakawanan dan birokrasi, yang membedah tema besar tersebut dari berbagai sudut pandang komprehensif:<\/p>\n<p><strong>\u200b<img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-3595 aligncenter\" src=\"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-07-07-at-13.19.35.jpeg\" alt=\"\" width=\"565\" height=\"254\" \/><\/strong><\/p>\n<p><strong>Dr. Iskandar, S.Sos., M.M. \u2013 Inovasi, Riset, dan Kecerdasan Artifisial dalam Pengembangan Perpustakaan Masa Depan<\/strong><br \/>\nDalam pemaparannya, Dr. Iskandar membedah disrupsi teknologi gelombang baru melalui materi bertajuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam riset perpustakaan. Beliau menegaskan bahwa AI tidak boleh dipandang sebagai ancaman yang akan mengeliminasi peran pustakawan, melainkan sebagai instrumen mutakhir (power tool) untuk memperluas cakrawala riset.<br \/>\n\u200bBeliau mendorong pustakawan untuk mulai mengadopsi AI dalam metodologi penelitian kepustakawanan, guna menghasilkan luaran riset yang lebih presisi, berdampak luas, dan diakui di tingkat internasional.<br \/>\n<strong>\u200bDr. Irsan, S.I.P., M.I.P. \u2013 Transformasi Pustakawan dan Kepustakawanan<\/strong><br \/>\nSebagai pustakawan, Dr. Irsan membawa forum ke dalam ruang refleksi teoretis dan praktis mengenai masa depan profesi melalui topik transformasi pustakawan dan pilar kepustakawanan (librarianship). Beliau menyatakan bahwa transformasi yang paling mendesak saat ini adalah pergeseran dari mindset konvensional-teknis menuju mindset kontemporer yang inklusif dan advokatif.<br \/>\n\u200bKepustakawanan tidak boleh lagi diartikan sebatas aktivitas mengelola dan merawat fisik buku, melainkan harus dipahami sebagai sains pengelolaan pengetahuan (knowledge management) yang berorientasi pada pemberdayaan pemustaka. Dr. Irsan menekankan pentingnya pustakawan mereformasi kompetensi diri dengan menguasai literasi data, kurasi digital, dan keterampilan sebagai mitra riset (research partner). Transformasi ini menjadi syarat mutlak agar kelembagaan perpustakaan tetap relevan dan mampu bertindak sebagai katalisator dalam memecahkan problem sosial-ekonomi di masyarakat.<br \/>\n<strong>\u200bMoh. Hasan Sijaya, S.H., M.H.<\/strong> \u2013 <strong>Momentum Penguatan Jati Diri, Profesionalisme, dan Kepemimpinan Pustakawan<\/strong><br \/>\nMoh. Hasan Sijaya mengontekstualisasikan peringatan 7 Juli sebagai momentum krusial untuk meneguhkan kembali jati diri serta kepemimpinan (leadership) pustakawan. Beliau menyoroti bahwa salah satu tantangan terbesar profesi ini adalah krisis kepercayaan diri dan posisi tawar (bargaining position) dalam struktur organisasi kelembagaan.<br \/>\n\u200bDalam orasinya, beliau memaparkan bahwa profesionalisme pustakawan tidak hanya diukur dari penguasaan teknis saja, tetapi dari kemampuan manajerial, diplomasi kelembagaan, dan kepemimpinan visioner. Pustakawan harus berani tampil sebagai pembuat kebijakan, inovator program inklusi sosial, dan penggerak utama dalam kolaborasi lintas sektoral. Dengan penguatan aspek kepemimpinan ini, perpustakaan dapat secara agresif mengintervensi program kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan akses informasi yang merata dan berdampak ekonomi langsung.<\/p>\n<p><strong>Respons dan Relevansi bagi Pustakawan UIN Alauddin<\/strong><br \/>\nKeikutsertaan aktif para pustakawan UIN Alauddin Makassar dalam forum ilmiah ini dinilai sangat linear dengan semangat pembenahan internal yang sedang digalakkan di kampus peradaban, khususnya terkait penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan persiapan implementasi Zona Integritas.<br \/>\nMelalui seminar ini, para pustakawan mendapatkan stimulus pemikiran baru mengenai bagaimana merancang layanan informasi ilmiah yang tidak hanya berhenti pada pemenuhan kebutuhan tugas akhir mahasiswa (skripsi, tesis, disertasi), tetapi juga bagaimana mendiseminasikan hasil riset akademis tersebut agar dapat diadopsi dan memberikan dampak konkret bagi masyarakat luas.<\/p>\n<p><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"wp-image-3594 aligncenter\" src=\"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/WhatsApp-Image-2026-07-07-at-13.19.51.jpeg\" alt=\"\" width=\"534\" height=\"266\" \/><\/p>\n<p>&#8220;Menghadiri momentum Hari Pustakawan 2026 ini bukan sekadar rutinitas seremonial. Bagi kami di UIN Alauddin, ini adalah ruang refleksi epistemologis sekaligus taktis. Gagasan mengenai &#8216;perpustakaan berdampak&#8217; yang dipaparkan oleh para narasumber hari ini akan menjadi bahan pengayaan berharga dalam menyusun Indikator Kinerja Individu (IKI) pustakawan kami, sehingga setiap langkah pelayanan perpustakaan perguruan tinggi Islam mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemaslahatan umat,&#8221; ujar salah satu perwakilan delegasi pustakawan UIN Alauddin di sela-sela acara.<br \/>\nKegiatan yang berlangsung dinamis ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif dengan beberapa peserta seminar memberikan pertanyaan dan pikiran mereka di dalam forum.<\/p>\n<p>Peringatan Hari Pustakawan 2026 ini diharapkan menjadi batu pijakan baru bagi para pustakawan untuk terus meneguhkan eksistensi profesinya sebagai pilar utama mencerdaskan kehidupan bangsa.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MAKASSAR, 7 Juli 2026 \u2013 Dalam rangka memperingati Hari Pustakawan Indonesia yang jatuh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":3591,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"h5ap_radio_sources":[]},"categories":[6],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3589"}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3589"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3589\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3600,"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3589\/revisions\/3600"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3591"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3589"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3589"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3589"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}