{"id":3400,"date":"2026-06-11T13:41:57","date_gmt":"2026-06-11T05:41:57","guid":{"rendered":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/?p=3400"},"modified":"2026-08-11T11:31:29","modified_gmt":"2026-08-11T03:31:29","slug":"rapat-pembangunan-zona-integritas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/?p=3400","title":{"rendered":"Rapat Pembangunan Zona Integritas"},"content":{"rendered":"<p><strong>Gowa, 11 Juni 2026<\/strong> &#8211; Dalam rangka akselerasi perwujudan tata kelola kelembagaan yang bersih, akuntabel, dan prima, unsur pimpinan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Perpustakaan Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar menggelar rapat koordinasi strategis internal. Rapat intensif yang berlangsung di ruang pimpinan perpustakaan kampus II Samata, Gowa, ini secara khusus membedah cetak biru (blueprint) serta kesiapan instansi dalam menerapkan program nasional pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).<\/p>\n<p>Pertemuan tingkat tinggi internal ini dipimpin langsung oleh Kepala UPT Pusat Perpustakaan dan dihadiri oleh jajaran pustakawan dan staf. Fokus utama pembahasan tertuju pada penguatan kualitas pelayanan publik berbasis literasi serta penataan sistem manajemen Sumber Daya Manusia (SDM).<\/p>\n<p>Urgensi Benchmarking Kelembagaan: Mengadopsi Praktik Terbaik (Best Practices)<br \/>\nSalah satu poin krusial yang mengemuka dalam rapat tersebut adalah usulan progresif mengenai perlunya melakukan kunjungan penilaian tolok ukur (benchmarking) ke instansi atau lembaga perpustakaan perguruan tinggi lain yang telah sukses meraih predikat Zona Integritas.<\/p>\n<p>Pimpinan rapat menegaskan bahwa pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan dokumen administratif di atas kertas, melainkan sebuah transformasi budaya kerja yang mendasar. Oleh karena itu, melakukan benchmarking dinilai sebagai langkah taktis untuk melihat secara langsung implementasi sistem, mitigasi risiko terhadap celah-celah fraud akademik maupun administratif, serta replikasi inovasi layanan yang telah teruji efektivitasnya.<\/p>\n<p>Selain agenda ekspedisi wawasan melalui benchmarking, reformasi internal terhadap performa SDM, khususnya para pustakawan, menjadi sorotan tajam. Pustakawan dinilai sebagai garda terdepan sekaligus jangkar utama yang menentukan berhasil atau tidaknya Zona Integritas ini diinternalisasi dalam pelayanan sehari-hari.<\/p>\n<p>Rapat merumuskan sejumlah langkah strategis terkait perbaikan kinerja SDM Pustakawan, antara lain:<br \/>\n-Penyusunan Indikator Kinerja Individu (IKI) yang Terukur: Menghubungkan sasaran kinerja pegawai langsung dengan core value pelayanan publik yang transparan.<br \/>\n-Akselerasi Kompetensi Digital Kontemporer: Menuntut pustakawan untuk tidak hanya cakap dalam manajemen sirkulasi konvensional, tetapi juga adaptif terhadap sistem tata kelola informasi, pengelolaan repositori institusi, dan keterbukaan akses informasi ilmiah.<br \/>\n-Internalisasi Etika Profesi dan Budaya Anti-Gratifikasi: Memastikan setiap interaksi layanan\u2014mulai dari bebas pustaka, penyerahan karya tulis ilmiah\/tesis, hingga pemanfaatan fasilitas ruang belajar\u2014bersih dari segala bentuk pungutan liar atau preferensi layanan yang subjektif.<\/p>\n<p>Perbaikan kinerja ini dipandang linear dengan tantangan perpustakaan perguruan tinggi Islam di era modern, di mana pustakawan dituntut bertransformasi menjadi mitra riset (research partner) bagi civitas akademika, bukan sekadar penjaga buku. Jajaran pimpinan menekankan bahwa komitmen terhadap integritas ini harus tertanam kuat sebagai etos kerja kolektif, sehingga perubahan yang terjadi bersifat substansial dan berkelanjutan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Rapat-ZI-11-juni-1.jpg\"><img decoding=\"async\" loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-3401 aligncenter\" src=\"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/06\/Rapat-ZI-11-juni-1.jpg\" alt=\"\" width=\"3125\" height=\"3125\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gowa, 11 Juni 2026 &#8211; Dalam rangka akselerasi perwujudan tata kelola kelembagaan yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":9,"featured_media":3401,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"image","meta":{"h5ap_radio_sources":[]},"categories":[6],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3400"}],"collection":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/9"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=3400"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3400\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3402,"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/3400\/revisions\/3402"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/3401"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=3400"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=3400"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/perpustakaan.uin-alauddin.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=3400"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}