Wokshop Optimalisasi Proses Peer-Review pada OJS

Perpustakaan Syekh Yusuf UIN Alauddin menggelar workshop, Kamis (05/10) di Ruang Multimedia Lt. 3.

Workshop ini merupakan pelaksanaan yang rutin diadakan dalam menunjang kreatifitas dan eksistensi para pengelola Online Journal System (OJS) di Perpustakaan Syekh Yusuf, menghadirkan beberapa perwakilan para pengelola jurnal dari jurusan masing-masing.

Jurnal yang terdaftar di UIN Alauddin per tahun 2017 sebanyak 63 jurnal dari berbagai disiplin ilmu, semua jurnal yang ada sudah berbasis Online Journal System (OJS). Beberapa diantaranya Lentera Pendidikan, Khizanah Al-Hikmah, MaPan, Jurnal Adabiyah: Humanities and Islamic Studies, Al Kimia, Nature: National Academic Journal of Architecture, Plano Madani: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/index .

Untuk mengoptimalisasi content (isi) dari jurnal maka proses yang tidak dapat dilewatkan oleh para pengelola jurnal adalah proses peer-review dimana orang yang bertanggung jawab di dalamnya mengetahui seluk beluk mengenai jurnal. “Peer-review memiliki peran yang sama dengan editor”. Editor menentukan siapa yang akan dijadikan sebagai section editor, reviewer, dan menyampaikan ke penulis bahwa tulisan anda sedang dalam review serta melakukan proses editing. Peer-review juga menjalankan hal yang sama seperti editor, akan tetapi peer-review memiliki posisi yang lebih tinggi daripada editor.

“Peer-review merupakan seorang pakar, dalam suatu bidang yang menguasai bidang tertentu sehingga benar-benar expert, sehingga sebuah jurnal yang melalui proses peer-review akan sulit sekali menemukan cacat pada content (isi)”. Proses peer-review itu sendiri memiliki beberapa tahap, mulai dari proses pemilihan section editor (perantara antara reviewer dan penulis), reviwer, editing layout (tampilan), proof reading (pembacaan naskah berulang-ulang) hingga sampai pada tahap publishing (penerbitan). Sebelum proses penerbitan sebuah artikel jurnal melalui proses deteksi plagiat untuk menghindari plagiasi (copy paste) sehingga informasi yang diterbitkan terpercaya dan bisa dijadikan sebagai bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya.

Menyebarkan informasi di era digital haruslah tetap memperhatikan isi, sehingga beberapa pihak terkait tidak merasa dirugikan dan berdampak buruk bagi para informer (pencari informasi).

Leave a reply